Konsultasi :

dr Hendryk Timur , MM MARS
ADHD - Centre

Ruko Diamond Blok DMD 3 No 58-59
Gading Serpong 15810
(Depan Pintu Masuk PHG)

Peta Lokasi kami : https://goo.gl/maps/oP96H
Telp1 021-5460-270
Call/ WA / Line : 0878-9797-7957
Fax    021-5460-585
Email: cs (@) adhd-centre.com

ADHD|Terapi Anak ADHD|Anak Hiperaktif|Anak Susah Konsentrasi|Anak Berkebutuhan Khusus|Anak Kesulitan Belajar

Indikator Kemajuan Pelatihan :
  • Tes TOVA
    (Alat Ukur Konsentrasi)
  • Kunjungan Sekolah
  • Laporan Harian Hasil
    Pelatihan

Tenaga Pengajar terdiri dari :
dokter, psikolog, konselor
psikologi, guru dan terapis

Pelatihan meliputi:
Attention
Memory
Cognitive
Behavioral
Edufeedback

Your Advantage:
Improved Focus
Improved Behaviors
Imroved Academics
Improved Social Interactions

 



Memahami masalah atensi / konsentrasi

MEMAHAMI MASALAH ATENSI / KONSENTRASI

 


Bagi individu yang memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi, untuk dapat fokus secara alami (tidak dibuat-buat) bukanlah hal yang dapat mereka kenali dengan mudah. Misalnya seperti pada contoh berikut, ada seorang guru yang sedang bicara dengan salah satu murid yang bernama John di sebuah ruang kelas.

Ditengah-tengah percakapan tiba-tiba guru berkata pada John. “Oke John, Ibu ingin kamu memperhatikan sekarang.” John akan menatap sang guru dan berkata, “Saya sedang memperhatikan saat ini, Bu.”

Namun ketika sang guru menjawab, “Baiklah, lalu apa yang baru saja Ibu katakan mengenai soal nomor 4?” John tidak hanya tidak tahu akan jawabannya,bahkan ia tidak tahu mengapa ia tidak tahu. Dalam benaknya, John berpikir bahwa ia sedang menatap gurunya sehingga ia menganggap dirinya sudah fokus, padahal kenyataannya tidak demikian.

Seseorang dapat saja menatap langsung pada sebuah objek/ lawan bicara, namun pikirannya dapat melayang memikirkan hal lain. Untuk orang-orang yang memiliki masalah konsentrasi, perbedaan antara fokus yang tidak dibuat-buat dengan melamun sangat ambigu (tidak jelas). Atensi (perhatian) merupakan hal yg abstrak dan bukan sesuatu yang dapat dikendalikan secara sadar.

Atensi tidak dapat berkurang, namun secara konstan teralihkan dari satu hal ke hal yang lain. Kecuali untuk hal-hal yang secara kuat menyita perhatian kita (peristiwa yang memiliki stimulus yang kuat). Anak-anak dengan kesulitan konsentrasi, hanya dapat memberikan konsentrasi atau perhatian penuh pada peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang sangat kuat (high stimulating events). Sebagai contoh, anak dengan masalah konsentrasi justru dapat memberi perhatian penuh pada video game yang ia suka bahkan selama berjam-jam, namun sebaliknya, sulit sekali untuk konsentrasi dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini terjadi karena video game tersebut merupakan stimulus yang kuat bagi anak itu, sehingga dia bisa konsentrasi dan memberikan perhatian yang penuh dibandingkan pekerjaan rumah yang baginya membosankan (stimulus yang lemah).

Biasanya orangtua hanya menganggap anak mereka sebagai anak yang nakal, tidak patuh, atau tidak sopan. Namun, bukan itu alasannya, sebenarnya mereka tidak mampu untuk fokus terhadap stimulus yang lemah atau terhadap peristiwa yang biasa. Mereka memang tidak mempunyai kemampuan untuk fokus terhadap situasi yang cenderung membosankan. Sekalipun tugas mereka mendapat tugas yang cukup menyenangkan/ menarik, mereka akan cenderung sulit untuk mempertahankan perhatian. Berdasarkan hal itulah, Play Attention dikembangkan.