Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/adhdcent/public_html/plugins/system/plg_dndadmin.php on line 62
What happen People with ADHD / Hyperactive

Konsultasi :

dr Hendryk Timur , MM MARS
ADHD - Centre

Ruko Diamond Blok DMD 3 No 58-59
Gading Serpong 15810
(Depan Pintu Masuk PHG)

Peta Lokasi kami : https://goo.gl/maps/oP96H
Telp1 021-5460-270
Call/ WA / Line : 0878-9797-7957
Fax    021-5460-585
Email: cs (@) adhd-centre.com

ADHD|Terapi Anak ADHD|Anak Hiperaktif|Anak Susah Konsentrasi|Anak Berkebutuhan Khusus|Anak Kesulitan Belajar

Indikator Kemajuan Pelatihan :
  • Tes TOVA
    (Alat Ukur Konsentrasi)
  • Kunjungan Sekolah
  • Laporan Harian Hasil
    Pelatihan

Tenaga Pengajar terdiri dari :
dokter, psikolog, konselor
psikologi, guru dan terapis

Pelatihan meliputi:
Attention
Memory
Cognitive
Behavioral
Edufeedback

Your Advantage:
Improved Focus
Improved Behaviors
Imroved Academics
Improved Social Interactions

 




Warning: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead in /home/adhdcent/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead in /home/adhdcent/public_html/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

What happen People with ADHD / Hyperactive

Terjemahan Bahasa Inggris:

What happen people with ADHD / Hyperactive ?

*Comment from “ADHD Children Hold High Perceptions of Themselves” article.

Jon (March 5th, 2012)

This article is jumping to a completely false conclusion, and I know this because I have ADD. People with ADD know they’re doing badly in life and school, and the guilt is horrible. We are not deluding ourselves. When we say that we’re doing fine, it’s because that’s the only answer that we feel will make all the painful “why” questions go away (atleast for just a little while). Trust me, this is more true than you’d believe, and this is all there is to it.

Many perceive people with ADD as clueless idiots stumbling around their lives not accomplishing anything, — to the frustration of others — but people with ADD can be more cunning and subtle than you could possible fathom. You think there’s nothing going on in their heads, but we are absolutely cognizant of the nature of necessity.

The problem is that the rhythm of our thoughts is off and it’s totally mentally nauseating for us. A good analogy would be that a normal person’s thoughts have the tempo and consistency of classical music.

The notes have a coherent and pleasing pattern. When one musical phrase ends, the next set of notes starts JUST WHEN IT SHOULD. So normal people’s thoughts begin and end at the right time. You don’t start thinking about what you’re going to have for dinner before you’ve finished telling someone what time it is (this has happened to me). It’s like the thoughts are PUSHED into our heads. People with ADHD have thoughts that are like improvisational Jazz. The notes just fly around like crazy without any logical timing eventually congealing into something resembling music. Our minds are so scattered in the first place that when someone with ADHD is asked to quickly and coherently explain their problems in a nice little logical paragraph, it feels like we’re being put on the spot, shamed, guilted, and insulted. And we feel this way regardless of whether you actually mean it or not! I’m sorry, but that is the conclusion we immediately jump to. It is how we are made.

We are trapped in the hell of our own uncontrollable thoughts, and the worst part is we don’t possess the mental concentration and clarity to be able to explain the frustrating problems we’re having. We just can’t do it. If parents don’t have the patience and compassion to NOT PUSH or jump to conclusions (because let’s face it you are frustrated) and to just listen (for hours if need be, or get a counselor and be compassionate about it! don’t *MAKE* him go! that casts a negative pretext), then the hell will never cease for the child perhaps for their entire life. This is probably nonsensical to you, because you haven’t experienced what it is like to have ADD. Your brain works a different way, and you shouldn’t expect someone with ADD to just snap out of it and respond exactly like you demand them to.

Terjemahan Bahasa Indonesia :

Apa yang terjadi dengan orang-orang yang mengalami Anak ADHD / Anak Hiperaktif ?

*Komentar mengenai artikel “ADHD Children Hold High Perceptions of Themselves”.

Testimoni dari : Jon (seorang penderita ADHD dewasa)-5 Maret 2012

Orang yang mengalami gangguan konsentrasi dan Anak ADHD / Anak Hiperaktif menyadari bahwa mereka sangat bermasalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan juga kegiatan bersekolah. Sebenarnya mereka merasa sangat bersalah atas hal ini. Kami sebagai penderita Anak ADHD / Anak Hiperaktif tidak menipu diri kami sendiri, saat kami mengatakan kami melakukan sesuatu dengan baik, sesungguhnya hal itu kami lakukan semata-mata karena kami hanya menghindari untuk bertanya padai orang lain. Perlu Anda ketahui sebenarnya hal ini sangat menyakitkan untuk kami. Percayalah pada saya, ini sangat nyata bahkan lebih dari yang Anda pikirkan.

Banyak orang yang tahu dirinya mengalami gangguan Anak ADHD / Anak Hiperaktif menjadi merasa tidak berdaya dan tidak mampu menuntaskan apapun dalam kehidupan mereka –frustasi dengan orang lain-, tetapi karena mereka memiliki banyak akal (ide) maka mereka bisa juga bersikap lebih cerdik daripada yang Anda bayangkan. Anda mungkin mengira tidak ada masalah apapun dengan pola (cara) berpikir mereka, tetapi sebenarnya kamisangat membutuhkan bantuan untuk hal tersebut.

Permasalahannya terletak pada irama berpikir kami yang kadang tidak aktif dan kami sangat tersiksa karena hal tersebut. Analoginya seperti ini, irama berpikir orang yang normal seperti musik klasik dengan tempo dan ritme yang konsisten. Notasinya memiliki pola yang teratur dan harmonis. Saat satu bagian musik berakhir, kemudian rangkaian notasi berikutnya dimulai pada saat dan ketukan yang tepat. Jadi, irama berpikir orang-orang yang normal dimulai dan berakhir pada saat yang tepat. Sedangkan yang terjadi pada saya adalah ketika orang lain sedang membahas sesuatu hal dengan saya, secara tiba-tiba pada saat yang sama pula, saya sedang memikirkan nanti malam saya akan makan apa. Pikiran-pikiran yang tidak sesuai konteks seperti itu seolah-olah memenuhi otak saya. Irama berpikir orang dengan ADD/ADHD seperti halnya musik jazz yang tidak harmonis. Notasinya acak dari satu bar ke bar berikutnya dengan sangat kacau dan menghasilkan alunan musik yang sangat tidak beraturan.

Pikiran kami sangat tidak fokus (seolah-olah menyebar kemana-mana). Ketika Anda meminta seseorang dengan ADD/ADHD untuk menjelaskan suatu persoalan dari sebuah paragraf singkat dengan cepat dan sistematis, rasanya seperti sedang menghadapkannya pada situasi yang sangat sulit dan memalukan. Sebagai seorang pribadi, kami merasa diri tidak berarti karena tidak mampu melakukannya, terlepas dari Anda bermaksud mempermalukan kami atau tidak! Saya minta maaf, tapi inilah salah satu bentuk kesimpulan dari pola pikiran saya yang tidak teratur (melompat-lompat dari satu hal ke hal yang lain), tetapi seperti inilah kami diciptakan.

Kami merasa seperti terperangkap di dalam neraka karena kami tidak sanggup mengendalikan pikiran kami sendiri dan yang paling parah adalah kami tidak mampu berkonsentrasi (fokus) sehingga tidak mampu menjelaskan betapa frustasinya kami dengan kata-kata yang jelas dan dapat dipahami. Jika orangtua tidak sabar dan bersikap menekan serta hanya ingin langsung menarik kesimpulan (karena itu akan membuat anda merasa frustasi), cukup dengarkan (beberapa jam kalau perlu atau temui konselor dan tolong kasihani kami dan jangan abaikan kami karena akan menimbulkan hal negatif pada kami!) karena jika Anda sebagai orangtua bersikap seperti itu, neraka yang kami rasakan tidak akan pernah berakhir, bahkan akan terus terjadi sepanjang hidup kami. Hal ini mungkin tidak masuk akal bagi Anda karena Anda tidak mengalaminya. Otak Anda bekerja dengan cara yang berbeda dan Anda tidak bisa memaksakan orang dengan Anak ADHD / Anak Hiperaktif memberikan respon atau bersikap sesuai seperti yang Anda inginkan.

 

Sumber : http://www.goodtherapy.org/blog/adhd-children-high-perceptions-0215122/